AKU DAN JUDO
Rutinitas yang dilakukan tiap hari berupa latihan, baik itu latihan fisik maupun latihan tehnik memang sangat bagus untuk perkembangan seorang atlet, apalagi jika latihannya tersebut dilakukan secara terprogram. Karena dengan hal tersebut kondisi fisik seorang atlet pun akan semakin bagus, demikian pula dari segi tehnik. Kedua hal tersebut harus seimbang sehingga perkembangan dari sang atlet pun akan lebih bagus lagi. Tetapi apakah dengan hal itu saja dapat menjadi penunjang prestasi bang seorang atlet?? Menurut pandangan saya pribadi yahh fifty – fifty. Kenapa saya menjawabnya seperti, tentu itu semua berangkat dari pengalaman saya sebagai seorang atlet, yahh meskipun saya bukan seorang atlet yang prestasinya mendunia. seperti petinju Chris John, pelari Usain Bolt ataupun juga perenang Michael Phelps. Saya hanya seorang atlet (judo) yang prestasinya tidak setenar seperti orang – orang saya sebutkan tadi. Hampir setiap hari saya berlatih, baik itu latihan fisik ataupun juga latihan tehnik tapi prestasi saya seperti jalan di tempat, tidak ada perkembangan yang sangat signifikan. Pertanyaan saya kemudian, kenapa bisa seperti itu? Bukankah rutinitas latihan yang saya lakukan setiap hari tidak jauh beda dengan rutinitas latihan yang dilakukan oleh orang - orang tersebut?? Apa yang salah dengan rutinitas latihan yang saya lakukan tersebut?? Dari semua itu pun pada suatu hari saya mulai sadar, ternyata ada satu hal yang sering dilakukan oleh orang – orang tersebut tetapi saya tidak sesering seperti apa yang mereka lakukan. Meskipun rutinitas latihan yang mereka lakukan dengan rutinitas latihan yang saya lakukan tidak jauh beda, tetapi saya tidak mengimbanginya juga dengan mengikuti sebuah turnamen atau kompetisi, baik kompetsi atau turnamen yang levelnya tingkat daerah, tingkat nasional maupun Internasional. Jadi meskipun setiah hari saya menjalankan rutinitas latihan secara terprogram tetapi jika tidak diimbangi dengan kekikutsertaan saya dalam sebuah turnamen atau kompetisi itu sama saja dengan nol besar (kata orang matematika sihh begitu) alias tidak ada hasil. Karena tidak ada gunanya saya setiap hari menjalankan rutinitas latihan tetapi tidak mengikuti pertandingan dalam sebuah kompetisi atau turnamen. Seringnya mengikuti pertandingan dalam sebuah kompetisi atau turnamen sangatlah bagus dan itu sangat perlu bagi perkembangan seorang atlet. Karena dari situlah mental seorang atlet dibentuk menjadi mental seorang petarung. Mental yang dibentuk ketika seorang atlet mengikuti sebuah pertandingan berbeda jauh dengan mental yang dibentuk ketik Ia hanya menjalankan rutinitas latihan yang dilakukannya setiap hari. Semakin seringnya seorang atlet mengikuti sebuah pertandingan maka mental yang dibentuk pun akan semakin bagus dan pengalaman yang Ia dapat pun akan semakin banyak pula. Hal itu juga yang nanti akan menjadi motivasi bagi dirinya untuk lebih semangat lagi berlatih agar dapat berprestasi.
Dari apa yang saya paparkan tadi di atas, menurut pandangan saya pribadi, inilah masalah yang menjadi dasar kenapa prestasi atlet - atlet di negeri ini seperti jalan di tempat (tidak ada perkembangan yang sangat signifikan) terlebih khusus bagi kami atlet – atlet di Indonesia bagian timur, yahh meskipun tidak semuanya seperti itu. Dalam hal ini yang saya mau bicarakan terlrbih khusus adalah kondisi para atlet di provinsi Sulawesi Selatan, terlebih khusus pula dalam salah satu cabang olahraga yang saya ikuti yaitu cabang olahraga Judo. Kurangnya pengalaman mengikuti pertandingan dalam sebuah kompetisi baik antar daerah, nasional maupun Internasional, menjadi salah satu penyebab terhambatnya perkembangan atlet Judo di Sulawesi Selatan sehingga prestasi mereka pun tidak maksimal. Mental bertanding mereka juga kurang bagus, padahal seperti yang saya paparkan tadi sebelumnya , mental bertanding yang bagus akan mempengaruhi kondisi psikologis seorang atlet dalam mengikuti sebuah pertandingan. Semakin bagus mentalnya dalam mengikuti sebuah pertandingan maka permainannya juga akan lebih bagus dan itu akan menunjang baginya untuk bisa meraih prestasi. Kurangnya jam bertanding yang dialami oleh atlet Judo Sulawesi Selatan menjadi salah satu masalah besar bagi mereka, sehingga ketika mengikuti pertandingan, mental bertanding mereka kurang bagus. Kurangnya jam bertanding mereka disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya tidak adanya kompetisi antar daerah di Sulawesi Selatan, seperti yang dilakukan oleh Provinsi – provinsi di daerah Jawa. Selain itu pula para atalet juga jarang mengikuti pertandingan – pertandingan di tingkat nasional. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan atlet Judo Sulawesi Selatan. Kepengerusan yang amburadul (penilaian saya sihh seperti itu), dan para pengurus hanya mementingkan egonya masing – masing serta cumin mau mencari keuntungan semata saja. Inilah yang menjadi pokok permasalannya, tidak adanya sikap mau berkorban dari para pengurus untuk perkembangan dari para atlet. Sehingga yang menjadi korban adalah atlet,. setiap hari mereka menjalankan rutinitas mereka untuk berlatih tetapi ketika ada kompetsi atau turnamen di tingkat di nasional mereka tidak mengikutinya. Jelas ini mungkin yang harus di tau oleh bapak/Ibu pejabat diatas sana yang mempunyai kewenangan dalam mengurus kami para atlet. Seharusnya meraka membuka mata dan harus tau apa yang menjadi salah satu masalah sehingga perkembangan atlet Judo di Sulawesi Selatan tidak berkembang seperti atlet – atlet di daerah Jawa, Kalimantan atau Sumatera.
Secerca harapan dari saya untuk perkembangan Olahraga Judo di Sulawesi Selatan, Semoga kedepannya akan banyak muncul orang – orang yang betul- betul tulus mencintai olaharag ini agar Judo Sulawesi Selatan bisa berbicara banyak lagi di tingkat Nasioanl maupun Internasional.
Komentar
Posting Komentar